0 comment 63 views

Generasi Z di Tengah gonjang-ganjing Politik

Perhelatan politik di Indonesia akhir-akhir ini diwarnai dengan anak muda. Walaupun yang terlihat dan disiarkan oleh media adalah kedua anak presiden yaitu Gibran dan kaesang dan juga kalangan artis , konten kreator, youtuber yang terjun ke politik dengan masuk partai. Apapun yang menjadi alasan dari personal individu tetapi secara universal ada gerakan ke arah politik yang dilakukan oleh anak muda. Disisi lain dari beberapa wawancara data dilapangan dengan beberapa anak muda juga mengatakan bahwa ada ketertarikan kearah politik dengan masuk partai sejak dini, alasan utamanya adalah untuk mengabdi kepada negara. Bukan pesimis jika anak muda ingin mengambil peran dalam kancah perpolitikan, tetapi proses tempaan dalam partai maupun dunia politik itu perlu untuk membangun jiwa yang kuat, penuh perencanaan tidak grusa-grusu dalam setiap keputusan dan kebijakan yang akan diambil. Partai harus memiliki ruang khusus bagi anak muda untuk berkembang sekaligus mengenyam ilmu dalam dunia pepolitikan, hilangkan segala unsur yang anak sekarang dinamakan previlige. Semua anak bangsa berhak belajar berpolitik dan mempunyai cita-cita untuk memimpin masyarakat baik mikro dalam hal ini daerah maupun makro yaitu pusat.

Kritik terhadap partai politik

Setiap partai politik dalam jumpa pers mengatakan bahwa selalu menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Tetapi yang terlihat ialah seperti sistem monarki di dalam tubuh partai seperti yang dilakukan oleh beberapa partai yang menjadikan anak atau saudara terdekatnya untuk memimpin keberlanjutan partai. Meskipun kiprah dan perjuangnya dalam partai belum terlihat. Seperti inilah yang perlu dikaji ulang dalam tubuh setiap partai politik. Partai politik adalah wadah sekaligus sarana pendidikan kader untuk menjujung tinggi ideologi partai sekaligus mengaplikasikanya dalam sistem bernegara. Segala unsur nepotisme dalam partai mulai harus dihilangkan, kasih kesempatan anak bangsa yang mumpuni, kompeten, berintegrasi tinggi, mempunyai elektabilitas, religious, nasionalisme dan pribadi yang teguh.

Anak Muda dan Informasi Politik

Hasil temuan survei yang dilakukan Indopol yang dirilis Republika . Menurut Direktur Eksekutif Indopol Survey Ratno Sulistiyanto, sebanyak 42,32 persen responden Gen Z dan milenial mengaku jarang menerima informasi politik, tidak pernah (24,8 persen), tidak tahu (10,83 persen). Sementara yang menjawab sering hanya (22,05 persen). Kalaupun mendapatkan link, mereka yang selalu membaca hanya 10,63 persen. Mayoritas responden yang membaca/menonton hanya jika tertarik (21,85 persen), membaca judulnya saja (13,78 persen), membandingkan dengan sumber lain (3,94 persen), mengirim link ke orang lain setelah menonton (3,94 persen), mengirim ke orang lain jika judulnya menarik (2,76 persen), menegur pengirim jika hoaks (1,18 persen), dan tidak menjawab (41,93 persen).

Survei diatas menggambarkan bahwa secara global generasi muda atau yang disebut generasi Z minim informasi terkait politik. Kebanyakan yang terjadi pemahaman tentang perpolitikan kebanyakan diakses dari media sosial, sehingga ketajaman analisis terhadap fenomena politik sekarang masih dipertanyakan, karena media sosial menyajika informasi yang mengarah pada dua yaitu fakta dan hoaks. Hemat saya inilah yang harus dikerjakan partai untuk memberi wadah untuk anak muda untuk belajar politik, sehingga jika benar-benar terjun di perhelatan perpolitikan selalu menjunjung tinggi ideologi dan memiliki prinsip yang teguh terhadap kemajuan negara. Data dilapangan mengungkakan bahwa para generazi Z masih gampang diombang-ambingkan, jika kita terlihat banyak anak muda yang mempertahankan keadilan dengan idealismenya. Tetapi hasil yang dicapai nyaris tidak terarah dan tidak menampakkan hasil.

Anak muda dan politik praktis/identitas

Generazi Z adalah muda- mudi yang tidak bisa dilepaskan dengan teknologi. Kecakapan teknologi sangatlah menguasai, tetapi kebanyakan menganggap yang ada dalam teknologi khususnya media sosial dijadikan sebuah kebenaran, tidak peduli dengan apa yang terjadi secara realitas dilapangan, generasi muda juga memiliki pengetahuan yang cakap tetapi lemah dalam eksekusi, selain itu dengan adanya teknologi yang semakin cepat membawa sebuah pandangan hidup bagi generasi muda juga serba cepat, jika membahas segala persoalah merasa pemahamannya benar dan tak mau disalahkan. Suara anak muda menjadi daya tarik tersendiri pagi para pasangan calon yang akan melanggang di kancah perpolitikan 2024, framing terhadap pasangan calon dibuat semenarik mungkin, kesalahan-kesalahan dimasa lalu dibungkus dan ditutup rapat-rapat, pengorbanan-pengrobanan terhadap bangsa ini mulai dimunculkan, politik identitas baik itu ras, suku dan agama mulai di dengungkan.

Memang politik identitas membawa power lebih bagi orang yang memiliki kepentingan terutama dalam meraup suara rakyat. Generasi muda dengan kemelekan teknologi yang luar biasa akan memiliki pemahaman yang cukup dalam mengatasi politik identitas tergantung apa yang dikonsumsi dalam media sosialnya, selain itu seberapa besar kesadaran politik yang dimiliki. Sebenarnya generasi Z dengan adanya sosial media bisa lebih gampang dalam mengakses pengetahuan politik lintas perspektif, karena jika kesadaran belajar itu ada banyak peluang untuk menyerap informasi dari manapun baik masyarakat biasa sampai kepada profesor terkait dunia perpolitikan. Tidak heran jika genersi Z cakap dalam berbicara dalam dunia politik, memiliki pandangan yang luas, sayangnya semua itu bukan hasil analisis yang dilakukan sendiri, tetapi kebanyakan analisis yang dilakukan para pakar ataupun akademisi yang dilihatnya di media sosial. literasi membaca anak muda khususnya generasi Z terbilang rendah dikarenakan generasi sekarang lebih mudah mengakses semua dari media sosial yang menyajikan sesuatu yang dibutuhkan secara cepat dan praktis, sehingga dampak kurang baiknya pengetahuan itu terkadang tidak mengakar kedalam dirinya.

Suara Generasi Z

Rapat pleno yang digelar KPU pada awal Juli 2023, KPU mengungkapkan data pemilih suara Gen-Z sebanyak 46,8 juta suara atau 22,85 persen. Data ini sudah cukup menggambarkan bahwa generasi Z tidak boleh di sia-siakan dan di pandang sebelah mata. Meskipun begitu generasi Z ini memiliki model corak karakter tersendiri yaitu tidak mudah di doktrin seperti generasi sebelumnya maka para kontestasi politik harus memikirkan strategi yang jitu dalam berkampanye untuk meyakinkan generasi Z.

Generasi Z memiliki kepekaan terhadap isu-isu ketidakadilan, lingkungan, korupsi dan kesejahteraan masyarakat. Para partai sekarang sudah menampakkan stratreginya dalam menyikapi karakteristik generasi Z, terlihat dari acara-acara yang diselenggarakannya sekaligus menggandeng banyak artis ibu kota yang menjadi daya tarik, misalnya band dewa yang kemarin menggelar konser di Jawa timur sang penggerak band Ahmad Dhani mengatakan bahwa “akan membawa masyarakat jawa timur memilih kapada salah satu paslon” ini menggambarkan salah satu strategi yang digunakan para kontestan dalam mendekati anak muda. Selain itu politikus PDIP semarang membuat kegiatan E-Sport untuk anak muda yang memfasilitasi para gamers local menyalurkan kemampuannya. PKB solo menggait anak muda dengan mengadakan seminar Hacker untuk pemula untuk tujuan melatih keasadaran digital. Kegiatan yang mengarah kepada minat kaum generazi Z mulai dilakukan guna mendapatkan dukungan. Pertarungan politik sudah di mulai, isu-isu mulai bermunculan seperti politik identitas, politik praktis, politik dinasti guna meraup dukungan dan alat untuk menyerang. Ketajaman analisa terhadap sepak terjang dari para paslon sekaligus berbagai visi misi harus dilakukan. Suara anak muda suara pembaharu yang mewarnai politik di negeri ini.

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

  • VIEW NEWZ

    Very interesting news information that doesn't make you bored, especially the latest…

  • BERITA MANTUL

    One of the rare natural phenomena that will occur next month is…

  • 168NEWS

    Several central banks have begun considering raising interest rates to control rising…

  • Anoni

    jazakallah khairo untuk infaq 1jt nya barokallahufik

  • POS VIRAL

    This news is very interesting, the content is different and unusual, making…

Chat WhatsApp
Butuh Bantuan?
Selamat datang di Portal Berita Paradeshi. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami beragam informasi yang kami sajikan, baik dalam bentuk berita ataupun artikel, seluruh konten yang dihadirkan kami kanalkan dalam beragam rubrik.

Silahkan menghubungi kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut