2 comments 214 views

Eksplorasi Peran Tiktok dalam Pemilihan Umum dan Partisipasi Politik Generasi Z

Dalam era digital modern, media sosial telah menjadi salah satu sarana yang paling kuat untuk menyebarkan pesan politik, memobilisasi pemilih, dan memengaruhi hasil pemilihan umum. TikTok, platform berbagi video pendek yang telah meraih popularitas besar dalam beberapa tahun terakhir, telah menjadi salah satu elemen terbaru dalam perangkat politik generasi Z. Dalam esai ini, kita akan menjelajahi peran yang dimainkan TikTok dalam pemilihan umum dan partisipasi politik generasi Z.

TikTok menjadi salah satu media sosial yang marak digandrungi pengguna internet di dunia. Menurut laporan We Are Social, aplikasi video pendek ini memiliki 1,09 miliar pengguna di seluruh dunia per April 2023.

Tercatat, pengguna TikTok di seluruh dunia bertambah 12,6% dibandingkan pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Jika dibandingkan kuartal sebelumnya, aplikasi besutan Bytedance ini naik 3,9% (quarter-to-quarter/qtq).

Pemahaman Generasi Z dan Media Sosial

Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2010-an, adalah kelompok generasi pertama yang tumbuh dalam era digital yang sangat terkoneksi. Mereka telah menjadi pengguna aktif media sosial sejak usia dini, sehingga memiliki kemampuan yang unik dalam menghadapi media sosial. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap berbagai perspektif dan lebih peka terhadap isu-isu sosial dan politik.

TikTok, dengan format video pendeknya yang menarik, telah menjadi salah satu platform utama yang digunakan oleh generasi Z untuk berkomunikasi, menyuarakan pandangan mereka, dan memengaruhi opini publik. TikTok menyediakan medium yang sempurna untuk berbagi pandangan politik, mengomentari isu-isu terkini, dan berpartisipasi dalam diskusi politik. Dalam beberapa kasus, platform ini juga digunakan untuk menggalang dukungan bagi kandidat politik tertentu.

Berikut merupakan data pengguna TikTok di dunia menurut We Are Social.

Media sosial TikTok berpotensi jadi platform untuk menyuarakan hal-hal seputar politik. Studi Jalli (2021) juga memperlihatkan di Indonesia, kaum muda pengguna Tiktok secara strategis memakai media sosial ini untuk menyatakan sikap protes terhadap berbagai kebijakan yang kontroversial. Sebagai contoh ada sebuah video konten yang menunjukkan protes warga di Semarang, Jawa Tengah. Video tersebut viral di Tiktok dengan mengantongi jumlah like sebanyak 1,2 juta dan telah dilihat 8,6 juta kali. Video tersebut juga sudah mendapat 11.000 komentar dukungan pada aksi tersebut, termasuk dari pengguna Tiktok Malaysia.

Pemilihan Umum dan TikTok

TikTok telah memainkan peran yang semakin penting dalam pemilihan umum. Kandidat politik dan kampanye telah memanfaatkan platform ini untuk mencapai pemilih generasi Z. Mereka menciptakan konten yang menarik, menggambarkan visi mereka, dan menghadirkan diri mereka sebagai calon yang bisa dipercaya. Beberapa kandidat bahkan bekerja sama dengan influencer TikTok yang populer untuk meningkatkan visibilitas mereka. Selain itu, TikTok juga memungkinkan pemilih untuk mendapatkan informasi yang relevan dan pendapat yang beragam tentang berbagai isu politik. Video pendek yang informatif dan edukatif dapat membantu pemilih generasi Z memahami isu-isu politik yang kompleks dan menentukan posisi mereka dalam pemilihan umum. Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, di pasal 1 ayat 35, kampanye pemilu diartikan sebagai kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri peserta pemilu. Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, pengaturan kampanye di media sosial hanya sebatas mengatur pendaftaran akun milik peserta pemilu. KPU membatasi setiap peserta pemilu hanya boleh memiliki akun media sosial yang digunakan untuk kampanye paling banyak 10 akun.

Namun, KPU tidak mengatur mengenai penyebaran konten kampanye, yang bisa saja dilakukan oleh orang di luar tim kampanye, atau oleh buzzer politik musiman yang muncul lima tahunan sekali. Belum lagi fenomena hoaks dan ujaran kebencian yang dengan mudahnya tersebar hanya dengan satu klik di akun media sosial.

Partisipasi Politik Aktif

TikTok juga mendorong partisipasi politik aktif di kalangan generasi Z. Platform ini memungkinkan pemuda untuk menyuarakan pendapat mereka tentang isu-isu politik yang mereka pedulikan, serta memobilisasi teman-teman mereka untuk memberikan suara dalam pemilihan umum. Gerakan-gerakan politik yang diinisiasi melalui TikTok telah menginspirasi banyak pemuda untuk terlibat dalam aktivitas politik, termasuk aksi-aksi seperti pendaftaran pemilih dan kampanye sukarela. Selain itu, TikTok juga memberikan akses ke berbagai tokoh politik, pemimpin muda, dan ahli politik. Pemilih dapat langsung berinteraksi dengan mereka melalui komentar, pertanyaan, dan respon video. Hal ini menciptakan hubungan yang lebih kuat antara pemilih dan pemimpin politik mereka, serta memungkinkan generasi Z untuk merasa lebih terlibat dalam proses politik.

Kritik dan Tantangan

Meskipun TikTok telah membantu memperluas partisipasi politik generasi Z, platform ini juga mendapatkan kritik. Kritikus berpendapat bahwa konten di TikTok bisa menjadi dangkal dan tidak selalu berfokus pada isu-isu yang mendasar. Selain itu, adanya algoritma yang menyaring konten juga bisa menciptakan gelembung informasi, di mana pemilih hanya terpapar pada pandangan politik yang sejalan dengan keyakinan mereka.

Simbiosis Antara TikTok dan Politik

TikTok telah menciptakan simbiosis dengan dunia politik. Kandidat politik mencari dukungan dari pemilih generasi Z di platform ini, sementara pemilih generasi Z mencari informasi dan inspirasi politik dari sumber-sumber yang mereka percayai di TikTok. Hubungan ini memiliki potensi untuk membentuk peta politik di masa depan, di mana generasi Z mungkin akan menjadi pemilih yang lebih terinformasi dan aktif secara politik.

Tantangan yang Dihadapi oleh TikTok

Ketika membahas peran TikTok dalam pemilihan umum dan partisipasi politik generasi Z, penting untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi platform ini. Salah satu tantangan utama adalah masalah keamanan data dan privasi. TikTok telah dihadapkan pada keraguan mengenai cara mereka mengelola data pengguna dan apakah data tersebut mungkin dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak sah. Selain itu, algoritma TikTok yang digunakan untuk menampilkan konten di feed pengguna sering kali membuat gelembung informasi. Ini berarti pemilik akun mungkin hanya terpapar pada pandangan politik yang sejalan dengan keyakinan mereka, dan ini dapat memperkuat polarisasi politik. Untuk mengatasi hal ini, TikTok harus mengembangkan mekanisme yang lebih baik untuk memastikan keragaman pandangan politik dalam algoritmanya

Perkembangan Masa Depan

TikTok akan terus berperan penting dalam pemilihan umum dan partisipasi politik generasi Z. Perkembangan masa depan mungkin mencakup integrasi yang lebih erat antara politik dan TikTok, seperti peningkatan kolaborasi antara kandidat dan influencer TikTok, serta lebih banyak konten edukatif tentang proses politik. Selain itu, regulasi yang lebih ketat mungkin akan mempengaruhi cara TikTok mengelola informasi politik dan memperlakukan data pengguna. Kita mungkin akan melihat upaya untuk meningkatkan transparansi dan keamanan dalam hal ini.

Peran TikTok dalam Pemilihan Umum

Ada beberapa contoh sukses penggunaan TikTok dalam pemilihan umum. Misalnya, dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020, banyak pengguna TikTok berpartisipasi dalam tantangan “TikTok the Vote” dan menghasilkan konten yang mendorong pemilih generasi Z untuk memberikan suara. Gerakan ini membantu memperbesar partisipasi pemilih muda dalam pemilihan tersebut. Di negara lain, seperti India, platform ini telah digunakan oleh politisi dan partai politik untuk kampanye dan menyuarakan pandangan mereka. Kandidat politik yang aktif di TikTok sering kali mendapatkan lebih banyak perhatian dan dukungan dari pemilih muda.

“TikTok the Vote” adalah kampanye yang dimulai oleh pengguna TikTok dan berfokus pada menggerakkan pemilih generasi Z untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020. Kampanye ini mencoba memotivasi pemilih muda untuk memberikan suara melalui serangkaian video dan tantangan yang menarik. Pengguna TikTok, terutama influencer TikTok yang populer, membagikan video-video yang mendukung partisipasi pemilih, menjelaskan proses pemilihan, dan mengingatkan pemuda akan pentingnya memberikan suara mereka. Mereka menggunakan kreativitas mereka untuk membuat konten yang menarik, humoris, dan informatif sehingga dapat menjangkau lebih banyak pemilih muda.

Kampanye “TikTok the Vote” merupakan contoh sukses dari bagaimana platform media sosial seperti TikTok dapat digunakan sebagai alat untuk memobilisasi pemilih muda dan mempengaruhi hasil pemilihan. Melalui partisipasi aktif di platform ini, pemilih generasi Z dapat merasa lebih terlibat dalam proses politik dan lebih memahami pentingnya suara mereka dalam menentukan arah negara mereka.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, TikTok telah memainkan peran yang signifikan dalam pemilihan umum dan partisipasi politik generasi Z. Platform ini telah menjadi media penting bagi generasi Z untuk berbagi pandangan politik mereka, berinteraksi dengan kandidat politik, dan memobilisasi pemilih lainnya. Meskipun ada tantangan yang perlu diatasi, hubungan antara TikTok dan politik adalah contoh nyata bagaimana media sosial dapat membentuk dan memengaruhi partisipasi politik di era digital. Dengan perkembangan yang terus berlanjut, kita akan melihat peran TikTok dalam politik semakin berkembang dan kompleks. TikTok telah membuka pintu baru dalam pemilihan umum dan partisipasi politik generasi Z. Platform ini telah memungkinkan pemilih muda untuk berkomunikasi, mengambil bagian dalam diskusi politik, dan mengubah wajah politik dalam cara yang lebih interaktif daripada sebelumnya. Sementara ada tantangan yang perlu diatasi, hubungan antara TikTok dan politik telah membentuk dunia politik modern, dan potensinya untuk mengubah cara kita berpartisipasi dalam politik terus berkembang. Generasi Z mungkin akan menjadi pemilih yang semakin terinformasi dan aktif secara politik berkat peran TikTok yang terus berkembang.

Berikut merupakan saran yang bisa diterapkan anak muda untuk menanggapi politik dalam media sosial khususnya TikTok:

Verifikasi Informasi. Pastikan untuk memverifikasi informasi sebelum menanggapi atau membagikan konten kampanye politik di TikTok. Hindari menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau bersifat palsu.

Hormati Pandangan Lain. Jika Anda tidak setuju dengan suatu pendapat, sampaikan pendapat Anda dengan hormat. Diskusikan perbedaan pendapat dengan cara yang membangun dan hindari komentar yang bersifat menyerang.

Berpartisipasi dalam Diskusi. Jika ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi yang konstruktif, ambil bagian dan sampaikan pendapat Anda. Diskusi dapat membuka pemahaman dan menciptakan ruang untuk berbagi pandangan.

Beri Dukungan Positif. Jika Anda mendukung suatu kampanye atau pesan tertentu, berikan dukungan dengan cara yang positif. Bagikan konten yang memberikan nilai tambah atau inspiratif.

Jaga Etika dalam Komunikasi. Hindari menggunakan bahasa kasar atau merendahkan dalam tanggapan Anda. Pertahankan etika komunikasi yang santun dan hormat.

Pantau Pengaruh Tren. Tetap waspada terhadap tren dan tagar terkini di TikTok. Ini dapat memberikan wawasan tentang isu-isu yang tengah mendapat perhatian luas.

Jangan Toleransi Kebencian. Hindari menyebarkan atau mendukung konten yang bersifat merendahkan, rasis, atau membawa kebencian. Jaga lingkungan TikTok agar tetap menjadi tempat yang inklusif dan ramah.

Referensi

  • Jalli, Nurianti. (2021). Belajar dari Asia Tenggara, Begini Cara TikTok Jadi Wadah Berpolitik. https://theconversation.com/belajar-dari-asia-tenggara-begini-cara-tiktok-jadi-wadah-berpolitik-155869
  • Luli, Nasarudin. Sili. (2021). Media Sosial Tiktok sebagai Politik Alternatif Milenial. KISP ID. https://kisp-id.org/11/2021/tulisan/media-sosial-tiktok-sebagai-politik-alternatif-milenial/
  • Diakses dari https://www.kominfo.go.id/content/detail/14795/mengatur-kampanye-di-media-sosial/0/sorotan_media ( 10 November 2023)
  • Annur, Cindy. Mutia. (2023). Pengguna TikTok di Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia per April 2023, Nyaris Salip AS?. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/05/24/pengguna-tiktok-di-indonesia-terbanyak-kedua-di-dunia-per-april-2023-nyaris-salip-as
  • Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).
  • Republik Indonesia, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu
  • Sebagian isi dari tulisan esai ini merupakan ide atau pendapat pribadi penulis.

2 comments

Dwi November 26, 2023 - 10:16 am

Eksplorasi ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang peran signifikan TikTok dalam memengaruhi partisipasi politik generasi Z. Meskipun pertumbuhan pengguna TikTok yang mencolok mencerminkan daya tariknya, penting untuk mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya terhadap pemahaman politik dan pemilihan umum di kalangan generasi Z.kamu keren mas 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Reply
Darma November 26, 2023 - 5:40 pm

Medsos khususnya TikTok bisa berdampak sangat besar terhadap pemilu tahun 2024. Untuk dampak tersebut harus dibarengi dengan postingan yang bijak tanpa menjatuhkan lawan

Reply

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

  • VIEW NEWZ

    Very interesting news information that doesn't make you bored, especially the latest…

  • BERITA MANTUL

    One of the rare natural phenomena that will occur next month is…

  • 168NEWS

    Several central banks have begun considering raising interest rates to control rising…

  • Anoni

    jazakallah khairo untuk infaq 1jt nya barokallahufik

  • POS VIRAL

    This news is very interesting, the content is different and unusual, making…

Chat WhatsApp
Butuh Bantuan?
Selamat datang di Portal Berita Paradeshi. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami beragam informasi yang kami sajikan, baik dalam bentuk berita ataupun artikel, seluruh konten yang dihadirkan kami kanalkan dalam beragam rubrik.

Silahkan menghubungi kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut