0 comment 91 views

Pengaruh Entitas Gen Z Dalam Mengawal Pemilu 2024 Melalui Media Sosial

Pemilihan Umum merupakan salah satu bentuk perayaan pesta demokrasi yang melibatkan masyarakat sebagai pemilih untuk menentukan kelak calon pemimpin negara maupun daerah yang akan menjabat. Pemilihan Umum dilakukan oleh rakyat yang dilandasi pada kehendaknya masing-masing tanpa intervensi atau paksaan dari manapun serta dilakukan demi kesejahteraan dan kemajuan negara di masa depan. Adanya pemilihan umum ini harus dilakukan tanpa mencederai sendi-sendi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ditinjau dari data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2022, menyatakan bahwa usia produktif di Indonesia yakni berkisar antara 15-64 tahun berjumlah sekitar 190, 83 juta jiwa atau sekitar 69,3 persen. Jumlah tersebut bukan sebuah angka yang kecil, sehingga suara dari kalangan pemilih yang merupakan generasi muda sangat diperhitungkan dan berpengaruh. Masa depan bagi para pemuda atau generasi muda juga bergantung dari yang dipilih dalam Pemilu, misalnya dalam kebijakan pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan lain-lain. Sehingga para Pemuda dapat menentukan langkah kebijakan seperti apa yang mereka inginkan.

Dalam pesta demokrasi, Pemilu menjadi kontestasi politik yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan dalam Pemilihan Umum, setiap orang berhak menentukan arah suaranya dan berhak atas pendapat atau gagasannya. Pelaksanaan Pemilu di era globalisasi saat ini menunjukkan semakin berkembangnya teknologi yang memberikan kemudahan-kemudahan yang dapat digunakan oleh anak muda untuk mempengaruhi atau influence kepada masyarakat dan pengguna media sosial lainnya. Akan tetapi, kemudahan tersebut tak jarang juga menjadi boomerang. Sebab, maraknya penyalahgunaan media sosial yang digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi banyak orang untuk menggiring opini, seperti menganggap buruk hingga menurunkan reputasi salah satu pasangan calon atau mengajak untuk golput. Disamping itu, tak sedikit anak muda yang menampakkan sikap apatis dan menganggap Pemilu ini tidak penting dan tidak berpengaruh pada masa depannya. Oleh karenanya, para Gen Z diharapkan mampu mengawal jalannya Pemilu 2024.

Perhelatan Pemilu 2024 akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang. Pelaksanaan ini merupakan salah satu bentuk realisasi pesta demokrasi sebagaimana merupakan amanat dari Pasal 434 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang pada intinya menyatakan bahwa pemerintah wajib memberikan dukungan kepada penyelenggara. Hal ini perlu dilakukan karena sebelum dan sesudah Pemilu akan banyak ditemui arus penyebaran informasi yang sangat cepat dan kompleks. Pengawalan dari sinergitas banyak pihak sangat dibutuhkan agar dapat meninjau seluruh aspek perjalanan Pemilu 2024.

Keterlibatan generasi muda dalam mengawal Pemilihan Umum 2024 sangatlah krusial. Generasi muda saat ini menjadi sebuah entitas penting yang harus mempertahankan posisinya dari berbagai pengaruh dinamika kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Banyaknya jumlah pemuda menjadi momentum yang baik untuk dimanfaatkan dalam menentukan calon pemimpin negara maupun daerah yang baik dan sesuai menurut tujuan atau arah bangsa serta negara. Dominasi jumlah ini belum menjamin banyaknya pemilih dari kalangan pemuda apabila kesadaran dari dalam diri belum ditumbuhkan. Akan tetapi, pada masa ini tidak sedikit generasi muda yang mengambil langkah untuk apatis, oportunis, dan cenderung hanya mengikuti arus. Sikap seperti ini masih menjelma di kalangan anak muda hingga mempengaruhi banyak lingkungan di sekitarnya.

Pemilu 2024 terpantau akan didominasi oleh pemilih muda yang terdiri dari Gen Z dan Generasi Millenial. Kategori Gen Z merujuk pada orang-orang kelahiran tahun 1995 hingga 2000-an yang apabila ditinjau dari data KPU berjumlah sekitar 46.800.161 pemilih dari data DPT Pemilihan Umum 2024 sedangkan kategori Generasi Millenial mengacu pada orang-orang kelahiran 1980 hingga 1984. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan bahwa para pemuda yang memiliki rentang usia 17-39 tahun memiliki prospek pengaruh dalam Pemilu sebesar 60 persen.

Dari penelusuran pustaka, penulis menemukan beberapa literatur terkait partisipasi pemuda dalam Pemilihan Umum 2024, diantaranya adalah:

a. Partisipasi generasi muda atau Pemuda

Kalangan pemilih yang berasal dari anak muda/pemuda menjadi hal yang sangat substansial karena besaran persentasenya sangat tinggi sehingga dapat menyumbangkan jumlah pemilih yang besar di Pemilihan Umum 2024. Bentuk partisipasi anak muda dapat diwujudkan dari berbagai hal dalam Pemilu 2024, seperti menggunakan hak suaranya, menyampaikan gagasannya kepada pejabat negara, melakukan kerja sama dengan berbagai instansi negara seperti Bawaslu, dan lain-lain.

b. Pemilihan Umum

Sebagai sebuah negara demokrasi, Indonesia melaksanakan Pemilihan Umum sebagai bentuk perayaan demokrasi yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat. Dimana pemimpin negara hanya boleh berkuasa selama 5 tahun, sehingga pemimpin negara tidak ada yang berlaku secara absolut dan suara rakyat sangat penting untuk menentukan calon pemimpin negara selanjutnya apabila masa jabatan pemimpin sebelumnya telah habis.

Dewasa ini, arus informasi yang begitu cepat dan dengan perubahan teknologi yang cukup massif, generasi muda ada yang cenderung mudah untuk terpengaruh satu sama lain dan juga ada yang tetap dalam pendiriannya. Pengaruh perubahan arus informasi ini terjadi sangat mudah terjadi melalui media sosial. Media sosial saat ini tidak hanya menjadi alat untuk sekedar berbagi postingan foto pribadi, maupun informasi. Tetapi menjadi salah satu sarana propaganda untuk mempengaruhi antara pihak satu ke pihak lain. Penyebaran informasi di media sosial terhitung sangat cepat dengan tersedianya beberapa fitur seperti “share” atau “forward” bahkan “repost” atau memposting ulang. Fitur-fitur tersebut sangat mendukung penyebaran informasi saat ini karena dapat dilihat secara langsung oleh pengikutnya di media sosial.

Gen Z atau pemuda merupakan sebuah agen of change yang dapat menentukan nasib masa depan bangsa nanti. Keikutsertaan pemuda dalam Pemilihan Umum menjadi bentuk pengamalan sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Kredibilitas para pemuda menjadi salah satu jalan untuk dapat mengawal Pemilihan Umum mendatang. Kredibilitas ini tercipta apabila adanya literasi digital yang baik karena pemuda akan cenderung mendengar kedua belah pihak sehingga tidak muda terpengaruh terhadap pandangan orang lain, melainkan mampu mengandalkan logika dan hati nurani.

Partisipasi generasi muda atau pemuda dalam mengawal kontestasi Pemilihan Umum 2024 dapat diwujudkan dengan memanfaatkan penggunaan sosial media dengan baik ataupun ikut andil menjadi bagian penting dalam masyarakat. Pemanfaatan sosial media yang baik oleh pemuda dilakukan dengan mengontrol serta mengawasi arus informasi yang beredar serta menjadi sarana untuk mengajak masyarakat luas agar dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum 2024. Disamping itu, keikutsertaan pemuda dalam masyarakat dapat dimaknai bahwa para pemuda harus ikut andil dalam setiap rangkaian tahapan pemilu. Dengan kata lain, para pemuda dikenal akan kemampuannya dalam berpikir kritis dan berpendirian. Oleh karena itu, pemuda diharapkan mampu mengawasi Pemilihan Umum 2024 layaknya KPU maupun Bawaslu, contoh konkritnya dapat dilakukan dengan menjadi panitia TPS atau KPPS.

Gen Z atau anak muda memiliki kekuatan pengaruh tersendiri untuk menggunakan media sosial sebagai wadah sosialisasi dalam menyebarkan suatu informasi yang dapat merubah paradigma masyarakat luas atau pengguna media sosial lainnya. Perubahan-perubahan paradigma tersebut terjadi hanya dengan konten yang mengandung narasi-narasi hingga dapat mengubah alur bahkan pola pikir masyarakat. Narasi tersebut dapat berupa kalimat ajakan atau bahkan yang mengandung judul clickbait hingga mampu menarik perhatian pengguna media sosial lainnya.

Partisipasi generasi muda atau pemuda dalam Pemilihan Umum memberikan entitas dan pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat luas. Hal ini disebabkan secara kuantitas dan kualitas, persentase jumlah Gen Z atau pemuda di Indonesia lebih besar sehingga memberikan dampak suara yang lebih banyak bagi calon pemimpin negara maupun daerah. Disamping itu, partisipasi anak Gen Z atau pemuda dalam mengawal jalannya Pemilu 2024 juga menjadi momentum penting, sebab generasi muda dikenal memiliki gagasan yang kuat, berpendirian, dan mampu berpikir kritis. Hal itu diharapkan agar generasi muda mampu berkontribusi secara nyata dalam mengawal Pemilu 2024, seperti menjadi panitia penyelenggara TPS atau KPPS, bertindak selayaknya KPU atau Bawaslu dalam mengawal Pemilu, dan lain-lain.

Ditinjau dari berbagai perspektif mengenai partisipasi generasi muda dalam mengawal Pemilu 2024 melalui media sosial, penulis berharap agar generasi muda saat ini khususnya Gen Z tetap teguh dalam pendiriannya sehingga tidak mudah dikontrol atau terbawa arus dan generasi muda harus melakukan aksi nyata dalam mengawal Pemilu 2024 seperti memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk menyebarkan informasi positif dengan mengajak untuk menggunakan hak suaranya, mengeluarkan pendapat atau gagasannya pada pemangku kebijakan, dan sebagainya. Dalam situasi lainnya, pelaksanaan Pemilu juga seringkali akan menimbulkan kegaduhan atau hoax yang akan bersebaran. Maka, Gen Z atau generasi muda juga harus kontributif dan berperan aktif dalam menangani permasalahan tersebut dengan memberikan literasi digital seperti social etiquette saring sebelum sharing. Gen Z dan seluruh masyarakat harus menerapkan saring sebelum sharing yakni memfilter info yang benar sebelum membagikan kepada orang lain. Maka dari itu, seluruh masyarakat khususnya Gen Z bisa memilah sebelum memilih siapa yang sekiranya paling cocok dan sesuai dengan harapan bangsa kedepannya. Dengan demikian, penerapan literasi digital menjadi suatu hal yang fundamental dan krusial di era percepatan arus informasi saat ini khususnya menjelang Pemilu 2024.

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

  • VIEW NEWZ

    Very interesting news information that doesn't make you bored, especially the latest…

  • BERITA MANTUL

    One of the rare natural phenomena that will occur next month is…

  • 168NEWS

    Several central banks have begun considering raising interest rates to control rising…

  • Anoni

    jazakallah khairo untuk infaq 1jt nya barokallahufik

  • POS VIRAL

    This news is very interesting, the content is different and unusual, making…

Chat WhatsApp
Butuh Bantuan?
Selamat datang di Portal Berita Paradeshi. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami beragam informasi yang kami sajikan, baik dalam bentuk berita ataupun artikel, seluruh konten yang dihadirkan kami kanalkan dalam beragam rubrik.

Silahkan menghubungi kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut