0 comment 85 views

Partisipasi Politik dan Media Sosial Generasi Milenial di Provinsi Riau

Abstrak

Penelitian ini mengkaji pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik generasi milenial di Riau. Media sosial kini menjadi alat yang banyak digunakan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, khususnya generasi milenial. Generasi Y, yang digunakan untuk menyebut kelompok masyarakat yang lahir setelah generasi X, Khususnya yang lahir pada tahun 1980-2000. Generasi Y disebut dengan generasi milenial. Partisipasi politik tidak disebutkan dalam konteks yang lebih luas, seperti mengkritik kebijakan, memeriksa petisi, dan protes. Kajian ini juga mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji partisipasi politik secara lebih luas, khususnya bagaimana media sosial mepengaruhi partisipasi politik generasi muda di Riau. Metode yang digunakan adalah interpretasi kuantitatif. Pengumpulan data yang dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 204 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik generasi milenial di Riau sebesar 0,205 (20,5%).

Kata kunci : generasi milenial, media sosial, partisipasi politik, Riau.

PENDAHULUAN

Di Indonesia, jejaring sosial telah menjadi tren dalam komunikasi sosial. Jaringan sosial merupakan media online yang dapat diakses dengan mudah oleh penggunanya yang akan secara tidak sengaja ikut dalam menggunakannya, kemudian berbagi, dan membuat konten, termasuk blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia maya adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang-orang dari seluruh dunia. Komunikasi dari situs jejaring sosial berkembang sangat pesat dan sangat populer, salah satu yang paling populer adalah Facebook. Media sosial adalah sekelompok aplikasi berbasis Internet yang membangun dan mendukung landasan ideologis dan teknologi Web 2.0. Membuat dan menukar konten buatan pengguna. Beberapa media sosial yang sedang berkembang adalah Instagram, Twitter,daring, Facebook, YouTube, dll. Pada tahun 1990an, ketika Internet belum sepopuler sekarang, Kehadiran Internet telah menjadi sebuah usaha penting dalam teknologi informasi. Kebanyakan segala sesuatu yang sebelumnya dilakukan secara manual kini bisa dilakukan dengan bantuan Internet. Masyarakat sudah “terhipnotis” sampai pada titik tertentu Internet sudah menjadi kebutuhan pokok. Ini bukan kasusnya salah karena memang benar teknologi membuat segalanya lebih mudah kehidupan manusia. Kehadiran media sosial telah membawa perubahan partisipasi komunitas daring. Keterlibatan komunitas bukanlah satu-satunya hal. Hal ini terjadi di dunia nyata namun juga terjadi di dunia maya. Pesatnya pertumbuhan smartphone dan gadget juga menjadi salah satu faktornya kekuatan pendorong di balik kesuksesan media sosial. Perangkat ini membuat penggunanya lebih banyak Akses jejaring sosial dengan mudah kapan saja, di mana saja. Sebagian besar pengguna jejaring sosial lahir dalam generasi Milenial di akhir tahun 80an atau awal tahun 90an.

Generasi milenial atau sering disebut dengan Millennials merupakan sebuah istilah populer menggantikan istilah Generasi Y dimana sekelompok orang dilahirkan setelah Generasi X, khususnya yang lahir pada tahun 1980-2000. Generasi Y disebut dengan generasi Milenial atau Milenial. Manifestasi generasi milenial mulai digunakan dalam editorial di surat kabar besar AS pada bulan Agustus 1993. Salah satu ciri yang dikaitkan dengan generasi ini adalah banyak orang menggunakan teknologi komunikasi

instan seperti email, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter dan banyak jejaring sosial lainnya. Jadi generasi Milenial merupakan generasi yang mencintai teknologi dan mulai meninggalkannya cara umum untuk bertukar informasi. Generasi milenial tumbuh dan berkembang di era dimana jejaring sosial sudah ada diperkenalkan untuk menjadikan generasi ini sangat melek teknologi. Milenial bisa dianggap inovator karena mereka meneliti, belajar, dan bekerja lingkungan inovasi yang sangat bergantung pada teknologi untuk beroperasi perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Nur Ainiyah mengungkapkan, milenium adalah masanya sangat sensitif terhadap hal-hal baru, begitu pula generasi Millenial mudah beradaptasi dengan sesuatu yang baru, terutama media Jejaring sosial merupakan sarana komunikasi yang menyediakan banyak fitur menarik,

Oleh karena itu, generasi milenial mudah tergiur dengan fitur-fitur menarik tidak terkait dengan konten yang terkandung dalam fitur adalah positif atau negatif. Media sosial untuk generasi milenial juga menjadi tempat mereka berada menyatakan pandangannya tentang pemerintahan sebagai suatu bentuk berpartisipasi dalam ekspedisi. Partisipasi politik pada umumnya merupakan aktivitas warga negara, dilakukan secara pribadi dan dimaksudkan untuk mempengaruhi keputusan diproduksi oleh pemerintah. Partisipasi politik adalah suatu kegiatan individu atau kolektif dimana seseorang berpartisipasi secara aktif. kegiatan politik langsung atau tidak langsung di mempengaruhi pengambilan keputusan. Partisipasi adalah salah satu prinsipnya prinsip dasar pemerintahan yang bersih. Di Indonesia, pelaksanaan partisipasi politik diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2015 tentang Jaminan dan Negara melindungi hak-hak sipil dan politik warga negara, misalnya menyatakan pandangan mengenai hak untuk berserikat, hak untuk memilih dan mencalonkan diri, serta hak atas kesetaraan menghadapi hukum dan pemerintah serta berhak menuntut keadilan. Memiliki keputusan politik dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah mengenai dan mempengaruhi kehidupan masyarakat, masyarakat mempunyai hak untuk berpartisipasi menentukan isi keputusan politik.

KAJIAN TEORITIS

Sebagai suatu alat untuk menyampaikan informasi, penilaian, atau gambaran umum tentang banyak hal, media mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai institusi yang dapat membentuk opini publik, antara lain karena media juga dapat berkembang menjadi kelompok penekan atas suatu ide atau gagasan, bahkan suatu kepentingan atau citra yang ia representasikan untuk diletakkan dalam konteks kehidupan yang lebih empiris. Media sosial menjadi arena yang memfasilitasi pengguna dalam berbagi ide, pikiran, informasi melalui jejaring dan komunitas virtual. Fungsi utama media bagi masyarakat adalah sebagai sumber informasi (inovasi, adaptasi, dan kemajuan); korelasi (menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna peristiwa dan informasi, menunjang otoritas dan norma-norma yang mapan, mengkoordinasi beberapa kegiatan, membentukkesepakatan); kesinambungan (mengekspresikan budaya dominan dan mengakui keberadaan kebudayaan. khusus (subculture) serta perkembangan budaya baru, meningkatkan dan melestarikan nilai-nilai); hiburan (menyediakan hiburan, pengalihan perhatian, dan sarana relaksasi, meredakan ketegangan sosial); mobilisasi (mengkampanyekan tujuan masyarakat dalam bidang politik, perang, pembangunan ekonomi, pekerjaan, dan kadang kala juga dalam bidang agama).Partisipasi berarti mengambil peranan dalam aktivitas atau kegiatan politik negara. Partisipasi politik merupakan suatu ciri tertentu dari modernisasi politik. Karena keputusan politik yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah menyangkut dan mempengaruhi kehidupan masyarakat, maka warga negara mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam menentukan isi keputusan politik. Partisipasi politik menurut Hutington dan Nelson yang dikutip oleh Cholisin adalah aktivitas warga negara yang bertindak sebagai individu untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Lebih lanjut menurut Budiardjo, partisipasi politik secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang yang turut serta secara aktif dalam kehidupan politik, termasuk memilih pemimpin negara dan memberikan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan publik. Bentuk-bentuk partisipasi politik yang dikemukakan Almond yang dikutip oleh Mas’oed terbagi menjadi dua bentuk, yaitu partisipasi politik konvensional dan partisipasi politik inkonvensional. Rincian bentuk umum partisipasi politik termasuk pemungutan suara, diskusi politik, kegiatan kampanye, pembentukan dan keanggotaan dalam kelompok kepentingan,

komunikasi pribadi dengan pejabat politik atau eksekutif utama. Selanjutnya partisipasi inkonvensional meliputi pengajuan petisi, demonstrasi, bentrokan, pemogokan, tindak kekerasan berupa harta benda dan benda, kekerasan fisik.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan jumlah responden penelitian, jumlah responden terbanyak berdasarkan waktu mengakses jejaring sosial/hari adalah >5 jam (28,4%), 3 jam (25%), 2 jam (21,1%), 4Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena penelitian ini disajikan dalam bentuk angka-angka. Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang memerlukan penggunaan angka secara ekstensif, mulai dari pengumpulan data, interpretasi data, hingga membuahkan hasil. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan generalisasi dari sampel ke populasi atau menjelaskan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau. Populasi penelitian ini hanya mencakup generasi milenial asal Riau. Sampel penelitian berjumlah 204 responden dengan tingkat kesalahan sebesar 7% (0,07). Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei melalui Google Form. Skala yang digunakan adalah skala Likert. Setiap pertanyaan atau pernyataan diungkapkan dengan: Sangat Tidak Setuju (1), Tidak Setuju (2), Ragu-ragu (3), Setuju (4) dan Sangat Setuju (5).

PEMBAHASAN

Deskripsi Responden

Identitas responden dalam kegiatan penelitian penting untuk mengetahui usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, daerah asal, media sosial yang paling sering digunakan, waktu akses media sosial dan sarana yang digunakan untuk mengakses media sosial bagi setiap individu sampel. Untuk lebih jelasnya, kami akan menjelaskan secara jelas setiap fiturnya di bawah ini.

Umur

Secara keseluruhan, responden penelitian ini berusia 17-22 tahun (67%), 23-28 tahun (27%), dan 29-34 tahun (6%). Dengan demikian, dari segi usia, terlihat bahwa sebagian besar responden yang mengisi kuesioner ini berusia antara 17 hingga 22 tahun, yaitu sebesar 67%, disusul oleh responden berusia antara 23 hingga 28 tahun, yaitu sebesar 27%, paling sedikit responden berusia antara 23 dan 28 tahun. 29 hingga 34, atau 6%. Berdasarkan usia responden, terdapat 137 orang berusia antara 17
hingga 22 tahun, 55 orang berusia antara 23 hingga 28 tahun, dan 12 orang berusia antara 29 hingga 34 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, dengan menggunakan teknik pengisian kuesioner yang diisi oleh responden. Berdasarkan jenis kelamin, responden terbanyak adalah perempuan (64 tahun, berjumlah 130 orang), disusul laki-laki dengan jumlah responden terkecil (36 tahun, berjumlah 74 orang).

Umur

Lokasi Pengguna Sosial Media

Selanjutnya generasi muda pengguna media sosial berdasarkan daerah asal yang paling banyak menggunakan media sosial adalah Siak yakni 47%, Pekanbaru 15%, Bengkalis 6%, Meranti 7%, Kampar 5%, Pelalawan 4%, Rokan Hilir 3%, Indragiri . Hulu

3%, Indragiri Hilir 3%, Kuantan Singingi 3%, Dumai 2%, disusul wilayah asli Rokan Hulu 2%.

Lokasi Pengguna Sosial Media

Pendidikan

Berdasarkan data yang diperoleh secara keseluruhan menurut tingkat pendidikan responden, SMA 51%, Sarjana 44%, Magister dan lain-lain 3%. Berdasarkan tingkat pendidikan, diketahui bahwa berdasarkan jejaring sosial yang paling sering digunakan, sebanyak 105 responden berpendidikan SMA, 89 orang bergelar Sarjana, 3 orang bergelar Magister, dan 7 orang bergelar Sarjana. dalam pendidikan. orang mempunyai tingkat pendidikan yang berbeda-beda.

Pendidikan

Media Sosial

Berdasarkan media sosial yang paling sering digunakan, terlihat data seluruh responden adalah pengguna WhatsApp (62,7%), Instagram (18,6%) dan disusul Facebook (16,2%). Berdasarkan data responden diketahui 128 orang menggunakan jejaring sosial WhatsApp, 38 orang menggunakan jejaring sosial Instagram, 33 orang menggunakan jejaring sosial Facebook, 3 orang menggunakan jejaring sosial YouTube, 1 orang menggunakan jejaring sosial Line dan 1 orang pengguna jejaring sosial lainnya.
. jaringan sosial. media.

Media Sosial

Waktu Di Sosial Media

Berdasarkan jumlah responden penelitian, jumlah responden terbanyak berdasarkan waktu mengakses jejaring sosial/hari adalah >5 jam (28,4%), 3 jam (25%), 2 jam
(21,1%), 4 jam (13,7%) dan kemudian kurang yaitu 1 jam (11,8%).

Waktu Di Sosial Media

Media Yang Sering Di Gunakan

Berdasarkan media yang digunakan untuk mengakses media sosial, 98% lebih banyak responden menggunakan ponsel pintar dibandingkan tablet, PC/desktop, laptop, dan perangkat lainnya. Melihat media yang biasa digunakan saat ini, lebih dari 200 orang menggunakan smartphone, 2 orang menggunakan tablet, dan 2 orang menggunakan media lainnya.

Media Yang Sering Di Gunakan

Deskripsi Tanggapan Responden

Berdasarkan tanggapan di atas terlihat bahwa mayoritas responden sangat setuju bahwa media sosial menyediakan berbagai informasi politik, sosial, ekonomi, budaya dan politik lainnya yaitu 125 orang atau 61%, diikuti oleh 54 orang setuju atau 61%.
%, 27%, 21 orang tidak yakin atau 10%, 2 orang kurang setuju atau 1% dan 2 orang sangat tidak setuju atau 1%.

Deskripsi Tanggapan Responden

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, kajian pengaruh media sosial terhadap tingkat partisipasi politik generasi milenial di Provinsi Riau dapat disimpulkan bahwa media Media sosial merupakan salah satu alat komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. publik. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis bahwa terdapat pengaruh antara media sosial terhadap partisipasi politik generasi milenial di Riau, meskipun nilai tersebut tergolong rendah yaitu sebesar 0,205 (20,5%). Oleh karena itu hipotesis Ho ditolak dan hipotesis Ha diterima yang telah terbukti. Hal ini juga menunjukkan bahwa terdapat variabel lain yang mempengaruhi partisipasi politik generasi milenial di Riau. Hal ini juga menjadi keterbatasan penelitian ini karena hanya fokus mengungkap pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik generasi muda di Riau tanpa melibatkan variabel lain sebagai subjek penelitian. Beberapa saran yang penulis berikan adalah (1) partai politik sebaiknya melaksanakan program pelatihan bagi generasi muda dan pengurus partai; (2) Generasi milenial tidak hanya harus fokus pada hak untuk memilih dalam pemilu sebagai satu-satunya tanda partisipasi politik, tetapi juga secara aktif mengkritik kebijakan pemerintah yang anti-rakyat.

daftar pustaka

  • Arikunto, Suharsimi. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif.Jakarta: Bumi A ksara. BPS. 2016.
  • Tabel Penduduk Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin. Pekanbaru.https://riau.bps.go.id/statictable/2016/01/25/209/penduduk- provinsi-riau menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin-2014.html. Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik, PT Gramedia Pustaka Utama.
  • JakartaBudiardjo, Miriam. 2009. Partisipasi danPartai Politik,PT Gramedia Pustaka Utama,.
  • JakartaBisri, A. Zaini. ―Partisipasi Politik Dalam Keterbukaan Informasi Publik Studi KasusInteraksi Pattiro Dengan Pemerintah Kota Semarang.‖ ejournal.undip.ac.id › index.php › politika › article › download%0A.Cahyono, Anang Sugeng. 2016. ―Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia.‖
  • Jurnal Publiciana9(1): 140–57.Cholisin. 2007. Dasar-dasar Ilmu Politik.Yogyakarta: UNY Press.

Tinggalkan Komentar

Komentar Terbaru

  • VIEW NEWZ

    Very interesting news information that doesn't make you bored, especially the latest…

  • BERITA MANTUL

    One of the rare natural phenomena that will occur next month is…

  • 168NEWS

    Several central banks have begun considering raising interest rates to control rising…

  • Anoni

    jazakallah khairo untuk infaq 1jt nya barokallahufik

  • POS VIRAL

    This news is very interesting, the content is different and unusual, making…

Chat WhatsApp
Butuh Bantuan?
Selamat datang di Portal Berita Paradeshi. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami beragam informasi yang kami sajikan, baik dalam bentuk berita ataupun artikel, seluruh konten yang dihadirkan kami kanalkan dalam beragam rubrik.

Silahkan menghubungi kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut